Tampilkan postingan dengan label Spanyol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Spanyol. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 April 2014

Lesu di Lapangan, Pendukung Barca Minta Messi Konsumsi Minuman Energi

SPORTLionel Messi benar-benar membuat pendukungBarcelona kecewa kerena tampil melempem dalam tiga laga terakhirLos Azulgranas. Maka tak heran jika kini dia menjadi bulan-bulanan caci maki.


Barcelona harus menelan tuga kekalahan beruntun. Mulai dari leg kedua perempat final Liga Champions melawan Atletico Madrid, lalu laga lanjutan La Liga kontra Granada dan final Copa del Rey menghadapi Real Madrid.

Dan apesnya, dalam tiga pertandingan tersebut Messi tampil jauh dari harapan. Dia tak mampu memberikan kontribusi berarti di lapangan. Malah dia dianggap malas-malasan bermain, apalagi sempat terkuak fakta dalam laga versus Atletico La Pulga hanya mencatat jarak tempuh 0,7 kilometer lebih banyak dari penjaga gawang Jose Pinto.

Hanya kerena nila setitik, rusak susu sebelanga. Kalimat itu rasanya pas untuk menggambarkan situasi yang dihadapi Messi sekarang. Ya, pendukung Barcelona seakan sudah lupa dengan jasa penyerang 26 tahun tersebut cuma karena penampilan buruknya dalam beberapa waktu terakhir.

Yang lebih pedih bagi Messi, pendukung Barcelona sekarang bahkan tak segan mencaci makinya di depan muka. Cotohnya saat baru kembali dari Valencia, Kamis, 17 April 2014.

Segerombolan pendukung Barcelona menyambut Messi dengan ejekan ketika baru tiba di bandara. Laporan 101 Great Goals, salah satu dari mereka berteriak agar bintang asal Argentina tersebut segera mengkonsumsi minuman energi agar tidak lesu lagi saat bermain. 

Jumat, 18 April 2014

Adu Sprint Bale dan Bartra Jadi Bahan Ejekan di Dunia Maya

SPORTKeberhasilan winger Real Madrid, Gareth Bale, mengalahkan bek Barcelona, Marc Bartra, dalam adu sprintsebelum mencetak gol kemenangan pada final Copa del Rey menjadi bahan ejekan di dunia maya. Bahkan, ada yang menggambarkan Bale dan Bartra sebagai tokoh kartun The Road Runner dan Wile E Coyote.

Bale sukses menjadi penentu kemenangan Madrid atas Barcelona di final Copa del Rey. Winger asal Wales itu berhasil membobol gawang Jose Pinto setelah sebelumnya mengalahkan Bartra dalam duel adu sprint.
Usai menerima umpan dari Fabio Coentrao, Bale kemudian adu sprint dengan Bartra mulai dari tengah lapangan. Meski sempat kalah start dan mendapat dorongan dari Bartra hingga berlari di luar lapangan, Bale tetap mampu memenangi adu sprint hingga akhirnya menggetarkan jala gawang Barcelona.

Keberhasilan Bale mengalahkan Bartra dalam adu sprint menjadi bahan ejekan di dunia maya. Seperti dilansir Live Soccer TV, ada fans yang mengganti kepala Bale dan Bartra dengan Road Runner serta Wild E Coyote. 

Kedua tokoh kartun itu memang digambarkan sebagai rival abadi. Namun, Coyote tidak pernah berhasil menangkap Road Runner karena larinya terlalu cepat.

Dalam gambar lainnya, ada yang menggambarkan Bale sebagai tokoh superhero yang memiliki lari sangat cepat, The Flash, dan Bartra sebagai siput. Saking cepatnya lari Bale, ada juga fans yang mengganti wajah sprinter asal Jamaika, Usain Bolt, dengan wajah mantan pemain Tottenham Hotspur tersebut.

"Saya harus sprint, karena Bartra mendorong saya dan berusaha mencegah laju saya. Tapi, dia tidak mampu melakukannya. Saya harus sedikit melebar. Senang bisa mencetak gol, dan terasa lebih hebat bisa memenangi pertandingan dan meraih gelar bersama Madrid," ujar Bale seperti dilansir situs resmi Madrid

Kamis, 17 April 2014

Final Copa del Rey: Ambisi Treble Madrid Dihadang Barcelona

SPORTS - Treble Winners, ambisi itu tengah dikobarkan kubu Real Madrid. Bukan sekedar dalam angan karena faktanya peluang mereka mewujudkan catatan fantastis tersebut terbentang luas sekarang.
Memang tak semudah membalik telapak tangan karena mereka masih harus menghadapi sejumlah lawan tangguh. Tapi kembali harus ditekankan bagaimanapun peluang Madrid untuk mewujudkan ambisinya itu tetap terbuka.

Betapa tidak, mereka telah mencapai semifinal Liga Champions. Lalu masih memiliki kans mengejar ketertinggalan tiga poin dari pemuncak klasemen sementara La Liga, Atletico Madrid.

Dan tim berjuluk Los Blancos sekarang bisa merengkuh trofi pertama musim ini jika mampu mengalahkan Barcelona pada partai pamungkas Copa del Rey, malam nanti, Rabu, 16 April 2014.

Madrid Tanpa Ronaldo
Sayang, dalam laga yang dihelat di Stadion Mestalla itu Madrid tak menurunkan Cristiano Ronaldo. Sang mega bintang diyakini tidak dalam kondisi fit. Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh Carlo Ancelotti selaku pelatih.

Ditegaskan Ancelotti, Ronaldo hanya akan datang ke Valencia untuk menyaksikan pertandingan krusial tersebut. "Bukan karena dia harus beristirahat. Ronaldo tidak kelelahan. Kami hanya tak mau mengambil risiko, jadi dia tidak bermain. Ronaldo tetap berlatih lalu ikut ke Valencia untuk menyaksikan pertandingan."

Walau tanpa Ronaldo, bukan berarti Madrid tak punya kuku melawan Barcelona. Don Carletto tetap yakin anak-anak asuhnya bisa mengatasi perlawanan Lionel Messi cs dengan mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya di lapangan.

"Rencana kami tetap sama, dengan atau tanpa Ronaldo. Kami mempertimbangkan kualitas lawan. Dalam laga seperti ini, tim dituntut untuk menang. Saya tidak bisa mengandalkan Ronaldo pertandingan nanti. Tapi kami pasti bisa menyelesaikannya dengan baik, meskipun sejumlah pemain harus absen," tegasnya.

Messi selalu menjadi momok bagi Madrid selama ini. Aksi-aksinya di lapangan kerap membuat pertahanan tim ibu kota kelabakan. Tapi yang menarik, untuk laga besok, Ancelotti menyatakan tak akan fokus kepada penyerang berjuluk La Pulga tersebut.

"Pertahanan akan bekerja dengan kolaborasi antar pemain. Untuk Messi, kami tidak akan mengawalnya secara khusus," kata Ancelotti.

"Yang harus dilakukan hanya kita tak boleh membuat kesalahan seperti yang terjadi Bernabeu kemarin. Kala itu Madrid hanya tampil bagus selama 30 menit, namun besok kami akan melakukannya sepanjang 90 menit. Satu lagi, kita harus mencegah Barcelona banyak menguasai bola," sambungnya.

Drama adu penalti bisa jadi pilihan terakhir untuk menentukan pemenang sekaligus juara di kompetisi ini. Ancelotti juga mengaku sudah mengantisipasi skenario tos-tosan dari titik putih tersebut.

"Secara mental Madrid sangat siap. Kami berlatih penalti selama lima menit. Tapi harus dicatat, adu penalti adalah masalah mental bukan teknik," ujar mantan allenatore AC Milan itu.

Barcelona Morat-Marit
Sementara Madrid terganggu dengan kepastian absennya Ronaldo, Barcelona ternyata juga punya masalah yang tak kalah pelik, di antaranya adalah krisis pemain bertahan, hasil buruk dalam dua laga dan melempemnya performa sang jagoan, Messi.

Sudah kehilangan Gerard Pique sebelumnya, kini Los Azulgranas kembali ditinggal bek pelapis Marc Bartra karena cedera hamstring. Mau tak mau kini Tata Martino selaku pelatih harus memainkan Carles Puyol. Tapi apesnya, bek veteran itu juga belum dalam bentuk permainan terbaik karena baru sembuh. Hanya Javier Mascherano yang bisa diandalkan mengawal lini pertahanan Blaugrana.

Opsi lain yang bisa diambil oleh Martino, yaitu memainkan Sergio Busquets sebagai bek. Cara itu sebenarnya sudah ditempuh akhir pekan kemarin kala Barcelona melawan Granada. Hasilnya, seperti kita sama-sama tahu, tim Catalunya kalah tipis 0-1.

Pudarnya cahaya kemilau Messi jadi ganjalan serius lainnya di kubu El Barca. Apalagi sekarang fans juga sudah mulai menghujat sehingga ditakutkan penyerang 26 tahun tersebut malah semakin tertekan dan sulit untuk bisa bangkit membantu tim.

Beruntung Barcelona merupakan tim yang solid dari dalam. Banyaknya kecaman terhadap Messi, sebanyak itu pula dukungan yang diberikan rekan-rekan kepada pemain asal Argentina itu.

"Tidak ada yang salah dengan Messi. Kami hanya terlalu bergantung kepadanya," Direktur sepakbola Barcelona, Andoni Zubizarreta membela Messi.

Sama seperti mantan kiper Timnas Spanyol itu, Puyol selaku kapten juga membela Messi yang dituding mulai malas-malasan membela Barcelona usai dia tercatat menjelajah lapangan sekitar 6 kilometer, atau cuma unggul 0,7 kilometer dari kiper Jose Pinto, di leg kedua perempat final Liga Champions, melawa Atletico, tengah pekan lalu.

"Jika ada orang yang sama sekali tidak layak untuk diragukan, dia adalah Messi. Dia sudah memberikan banyak hal buat kita dan kita tak boleh berpaling darinya," kata Puyol.

"Dia selalu memberikan yang terbaik. Tapi terkadang ada hal yang tidak selalu berjalan mulus. Mungkin kita selalu melihatnya tampil di level tertinggi, jadi ketika Messi tak mencetak gol, orang-orang mulai mempertanyakannya," sambung bek 36 tahun itu.

Lepas dari segala situasi yang dialami oleh kedua klub, El Clasico di partai pamungkas Copa del Ray sudah pasti akan berjalan seru sekaligus menegangkan. Gengsi, ambisi, harga diri menjadi taruhan di laga ini. Dan siapapun pemenangnya, salah satu dari mereka akan mencatat keunggulan rekor head to head El Clasico di final Copa del Rey. Sebelum pertandingan ini, dari enam pertemuan di final, Madrid dan Barcelona diketahui sama-sama tiga kali menang.