Tampilkan postingan dengan label sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sosial. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 April 2014

Perahu Paskah terbalik di NTT, 7 tewas

SOSIAL - Setidaknya tujuh orang meninggal dunia dan belasan lainnya masih dinyatakan hilang ketika perahu yang digunakan untuk prosesi laut Jumat Agung di Selat Sempit Ujung Aro, Larantuka, Nusa Tenggara Timur, terbalik dan tenggelam, hari Jumat (18/04).
 Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT, Tini Thadeus, mengatakan pencarian masih dilakukan hingga Jumat malam waktu setempat.

"Masih ada belasan lagi (yang masih hilang). Hingga saat ini belum kami temukan," kata Thadeus melalui wawancara telepon dengan BBC Indonesia.
"TNI, tim SAR, unsur Pemda, BPBD, dan masyarakat non-Katolik, rekan-rekan Muslim masih mencari korban yang hilang. Pencarian belum dihentikan," kata Thadeus.
Jumlah pasti penumpang perahu tersebut belum bisa diketahui karena tidak ada catatan tentang data penumpang.
Yang jelas dari setidaknya 53 penumpang, 29 orang masih dirawat di rumah sakit sementara 17 orang lainnya sudah diperbolehlan pulang.
Di antara yang dirawat di rumah sakit adalah juru mudi atau nakhoda perahu.
Thadeus mengatakan insiden ini besar kemungkinan disebabkan karena perahu kelebihan daya muat penumpang.
Prosesi laut dilakukan dalam rangka persiapan perayaan Paskah yang dikenal sebagai tradisi masyarakat Larantuka.

Jumat, 18 April 2014

Tersangka Pornografi Anak Menyaru Jadi Dokter Cantik

SOSIALTersangka pornografi anak, Tjandra Adi Gunawan, berkorespondensi dengan berbagai pihak di banyak negara. Demikian kata pejabat Polri. Tjandra mendekam di tahanan Bareskrim Polri dan dijerat dengan pasal berlipat.

"Yang dilanggar Undang-Undang Pornografi dan Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman 12 tahun penjara denda Rp 6 miliar," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Arief Sulistyanto kepada BBC Indonesia.
Tim penyidik menemukan lebih dari 10.000 foto vulgar anak-anak di komputer Tjandra
"Tersangka menyamar sebagai dokter perempuan yang cantik dan menawarkan jasa konsultasi kesehatan kepada anak-anak ini. Ia meminta mereka mengirim foto-foto kepadanya," kata Arief.

Foto-foto tersebut kemudian dikirim oleh Tjandra ke kontak-kontaknya yang tersebar di berbagai benua.

"Dari situ kami menduga tersangka terkait dengan jaringan pornografi internasional," tambah Arief.

Tjandra ditangkap setelah orangtua salah satu korban melapor ke polisi.

Hingga saat ini belum ada indikasi tersangka mengumpulkan foto-foto pornografi anak itu dengan jalan pemaksaan atau melalui jalur prostitusi anak.

"Belum ada bukti mengarah ke sana, hingga saat ini kesimpulan kami foto-foto itu diberikan oleh korban secara sukarela karena mengira tersangka seorang dokter," tutup Arief.